Close Menu
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Toyota Batalkan Lexus LF-ZC Sebelum Masuk Produksi

15 Juni 2026

Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Nol, Ini Hitungan Wuling Air EV dan BYD

15 Juni 2026

Kawasaki Jual Skutik di Indonesia, Modenas Brusky 125 Dibanderol Rp 26,5 Juta

15 Juni 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
Facebook Instagram YouTube TikTok
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
Home»AF Newsroom»BBM Pertamax Tembus Rp 16.250, Saatnya Beralih ke Motor Listrik?
AF Newsroom

BBM Pertamax Tembus Rp 16.250, Saatnya Beralih ke Motor Listrik?

TheresiaBy Theresia15 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Telegram Email

Harga BBM nonsubsidi kembali menjadi perhatian setelah Pertamax naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter per 10 Juni 2026. Kenaikan itu membuat biaya mobilitas harian pengguna kendaraan bensin, terutama pengguna Pertamax, ikut berubah cukup signifikan.

Selain Pertamax, Pertamax Green 95 juga naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter. Sementara itu, BBM subsidi Pertalite dan Biosolar tetap berada di Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter. Perbedaan ini membuat pilihan bahan bakar kembali menjadi bahan perbincangan, terutama bagi pengguna kendaraan harian di kota besar.

Kenaikan harga tersebut ramai dibahas di media sosial. Banyak warganet menyoroti selisih harga Pertamax yang kini semakin jauh dari Pertalite, sementara sebagian pengguna mulai membandingkan ulang biaya operasional kendaraan bensin dengan kendaraan listrik.

BBM Pertamax Tembus Rp 16.250, Saatnya Beralih ke Motor Listrik?
Simulasi biaya per kilometer, beserta perbandingan Motor Bensin Pertamax dan Motor Listrik sebagai pertimbangan keputusan.

Dalam penggunaan harian, dampak kenaikan harga BBM paling terasa pada biaya per kilometer. Sebagai simulasi sederhana, motor bensin dengan konsumsi 40 km per liter membutuhkan sekitar Rp 406 untuk setiap kilometer jika menggunakan Pertamax Rp 16.250 per liter. Angka ini belum menghitung biaya servis berkala, oli mesin, dan komponen lain yang tetap menjadi bagian dari kepemilikan kendaraan bensin.

Di sisi lain, kendaraan listrik punya pola biaya berbeda karena konsumsi energinya dihitung dari kWh. Dengan tarif listrik rumah sekitar Rp 1.699 per kWh, motor listrik yang memakai energi sekitar 40 Wh per kilometer membutuhkan biaya listrik sekitar Rp 68 per kilometer. Angka tersebut merupakan simulasi kasar dan bisa berubah tergantung efisiensi motor, kapasitas baterai, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, serta kehilangan daya saat pengisian.

Perbandingan ini membuat motor listrik kembali masuk radar sebagian konsumen, terutama untuk rute pendek seperti komuter kantor, antar-jemput, dan penggunaan dalam kota. Namun, keputusan beralih tidak hanya ditentukan oleh biaya listrik. Konsumen juga perlu melihat harga unit, jarak tempuh baterai, ketersediaan bengkel, masa garansi baterai, biaya penggantian komponen, hingga akses pengisian daya di rumah.

Untuk mobil listrik, konteksnya juga mirip. Biaya energi harian bisa lebih rendah saat pengisian dilakukan di rumah, tetapi harga beli unit, kebutuhan daya listrik rumah, instalasi charger, dan kebiasaan perjalanan jarak jauh tetap menjadi faktor pembanding. Karena itu, kenaikan Pertamax lebih tepat dibaca sebagai momentum konsumen untuk menghitung ulang total biaya kepemilikan, bukan sekadar membandingkan harga BBM dan listrik secara langsung.

Hingga artikel ini ditulis, harga Pertalite dan Biosolar masih dipertahankan di level yang sama, sementara harga BBM nonsubsidi menjadi faktor yang ikut memengaruhi perhitungan biaya mobilitas harian pengguna kendaraan di Indonesia.

Editorial News
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Theresia

Related Posts

Toyota Batalkan Lexus LF-ZC Sebelum Masuk Produksi

15 Juni 2026

Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Nol, Ini Hitungan Wuling Air EV dan BYD

15 Juni 2026

Kawasaki Jual Skutik di Indonesia, Modenas Brusky 125 Dibanderol Rp 26,5 Juta

15 Juni 2026

Marquez Kuasai MotoGP Hungaria 2026, Drama Tikungan Pertama Hantam Aprilia

15 Juni 2026

Nasib Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Menggantung, Unit Masih Terparkir di Sentul

15 Juni 2026

Harga BYD M6 DM Diumumkan, Pengiriman Unit Ditargetkan Mulai Juni 2026

14 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Latest Stories

Toyota Batalkan Lexus LF-ZC Sebelum Masuk Produksi

15 Juni 2026

Pajak Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Nol, Ini Hitungan Wuling Air EV dan BYD

15 Juni 2026

Kawasaki Jual Skutik di Indonesia, Modenas Brusky 125 Dibanderol Rp 26,5 Juta

15 Juni 2026

BBM Pertamax Tembus Rp 16.250, Saatnya Beralih ke Motor Listrik?

15 Juni 2026
About Autorace Fastuner Media
About Autorace Fastuner Media

Autorace Fastuner Media membahas otomotif dari sisi teknis, aftermarket, garage culture, project car, dan real-use Indonesia.
Fokus kami adalah membuat pembahasan otomotif lebih mudah dipahami, bertanggung jawab, dan relevan untuk pengguna kendaraan di Indonesia.

EXPLORE
  • Editorial Policy
  • Commercial Disclosure
  • Media Kit
  • Partnership
  • Privacy Policy
  • Term of Use
  • Disclaimer
CONTACT & PARTNERSHIP

Editorial
redaksi@autoracefastuner.com

Partnership
partnership@autoracefastuner.com

© 2026 Autorace Fastuner Media. All rights reserved.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.