Langkah strategis berskala global kembali diambil oleh lini bisnis kendaraan ramah lingkungan di bawah naungan Chery Group dengan memperkuat basis operasinya di Asia Tenggara. Merek otomotif global Omoda & Jaecoo secara resmi menegaskan posisi pasar tanah air sebagai pusat pertumbuhan strategis kawasan serta basis utama bagi pasar kemudi kanan dunia. Komitmen jangka panjang ini dibuktikan secara nyata melalui penyelenggaraan World Premiere atau peluncuran perdana global untuk lini SUV listrik terbaru Omoda O4 EV Indonesia yang bertempat di Jakarta. Selain menghadirkan model baru tersebut, perusahaan juga mengumumkan rencana besar untuk memperluas kapasitas perakitan kendaraan di dalam negeri guna mengimbangi lonjakan permintaan konsumen.
Pemilihan Indonesia sebagai lokasi peluncuran perdana di tingkat global menjadikan negara ini sebagai pasar pertama di dunia yang menyapa kehadiran model tersebut secara resmi. Kendaraan listrik ini tercatat sebagai mobil produksi massal pertama dari Chery Group yang dibekali oleh teknologi kecerdasan buatan canggih berlabel Super AI Cockpit. Inovasi pada area interior ini dirancang secara khusus untuk menyajikan pengalaman berkendara yang jauh lebih personal, intuitif, serta responsif terhadap kebutuhan pengemudi maupun penumpang di dalam kabin.
Manajemen korporasi mengungkapkan bahwa keputusan memilih tanah air sebagai lokasi panggung utama didasari oleh karakter pasar lokal yang dinamis. CEO Omoda & Jaecoo International, Shawn Xu, menyatakan bahwa Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan pasar otomotif yang sangat kuat yang dibarengi dengan akselerasi adopsi teknologi yang terus meningkat di masyarakat. Hal ini yang menjadi alasan utama perusahaan dengan bangga memperkenalkan teknologi kabin cerdas produksi massal mereka untuk pertama kalinya di Jakarta. Setelah melakukan debut resmi di pasar domestik, teknologi kecerdasan buatan tersebut dijadwalkan akan diekspansi secara bertahap ke pasar kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah pada kuartal IV tahun 2026, sebelum akhirnya diterapkan ke lebih banyak lini model lain pada tahun 2027 mendatang.
📖 Baca Juga: GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar
Akselerasi ekspansi yang gencar dilakukan oleh Chery Group tidak lepas dari penerimaan pasar yang sangat positif terhadap jajaran produk mereka. Berdasarkan data resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) untuk periode Semester I tahun 2026, volume produksi salah satu mereknya, yaitu Jaecoo, mencatatkan lonjakan raksasa yang sangat signifikan. Angka produksi lokal mereka dilaporkan melesat hingga 10.548,8 persen secara tahunan (year-on-year), melompat dari yang sebelumnya hanya sebesar 164 unit pada Semester I tahun 2025 menjadi sebanyak 17.464 unit pada Semester I tahun 2026.
Merespons perkembangan skala bisnis yang tumbuh sangat masif tersebut, langkah penataan ulang struktur organisasi dilakukan oleh pihak manajemen pusat. Perusahaan secara resmi melakukan restrukturisasi operasional dengan memisahkan manajemen merek agar dapat bekerja lebih terfokus di lapangan. Melalui penataan baru ini, merek Omoda kini resmi beroperasi secara independen dan berjalan berdampingan dengan Jaecoo di bawah payung hukum entitas baru bernama PT Omoda & Jaecoo Indonesia. Langkah ini diambil demi memperkuat jangkauan purna jual, fleksibilitas pemasaran, serta efisiensi manajemen operasional di tanah air.
Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan angka penjualan serta bertambahnya jajaran varian baru berimbas langsung pada kapasitas fasilitas perakitan lokal. Saat ini, proses perakitan kendaraan masih memanfaatkan fasilitas pabrik yang digunakan bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Bekasi dan Purwakarta, Jawa Barat. Namun, seiring tingginya volume permintaan pasar, kapasitas terpasang di kedua lokasi tersebut dilaporkan mulai mendekati batas maksimal operasional. Situasi ini mendorong perusahaan untuk bergerak aktif mencari lokasi baru guna menambah kapasitas manufaktur agar ketersediaan unit Omoda O4 EV Indonesia dan model-model lainnya tetap terjamin lancar.
📖 Baca Juga: Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026
Mengenai rencana penambahan fasilitas produksi tersebut, Shawn Xu menegaskan bahwa dua fasilitas perakitan yang ada saat ini terus dievaluasi efisiensinya. Pihaknya menyadari bahwa seiring dengan hadirnya berbagai model anyar di masa depan, kapasitas produksi yang ada saat ini tidak lagi mencukupi untuk menampung seluruh target manufaktur. Oleh sebab itu, pencarian lokasi baru menjadi prioritas strategis demi menunjang ambisi jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan hub ekspor kendaraan listrik serta SUV canggih untuk pasar regional. Hingga informasi mengenai peluncuran global dan rencana ekspansi ini dirilis, kepastian mengenai lokasi fasilitas pabrik baru serta jadwal realisasi investasinya masih terus dimatangkan oleh jajaran manajemen.

