Close Menu
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
What's Hot

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
Facebook Instagram YouTube TikTok
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
Home»AF Newsroom»DFSK Gelontorkan Rp 2,1 Triliun ke Pabrik Cikande, Namun Belum Mencetak Laba
AF Newsroom

DFSK Gelontorkan Rp 2,1 Triliun ke Pabrik Cikande, Namun Belum Mencetak Laba

TheresiaBy Theresia17 Juni 2026Updated:29 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
DFSK Gelontorkan Rp 2,1 Triliun ke Pabrik Cikande, Namun Belum Mencetak Laba
Share
Facebook Twitter Telegram Email

DFSK mengungkapkan telah menginvestasikan sekitar Rp 2,1 triliun untuk membangun fasilitas produksi di Cikande, Serang, Banten. Pabrik yang mulai beroperasi sejak 2017 tersebut menjadi basis produksi berbagai model DFSK dan Seres untuk pasar domestik maupun ekspor.

Meski nilai investasinya cukup besar, fasilitas manufaktur tersebut disebut masih belum mencatat keuntungan. Kondisi ini menggambarkan tantangan yang dihadapi sejumlah produsen otomotif asal China yang mencoba membangun basis produksi jangka panjang di Indonesia, terutama di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Pabrik DFSK di Cikande memiliki kapasitas produksi hingga puluhan ribu unit per tahun dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan listrik (EV). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga mulai memperluas fokus ke segmen kendaraan listrik melalui merek Seres yang dipasarkan di Indonesia.

Namun, investasi manufaktur otomotif membutuhkan waktu panjang untuk mencapai titik impas. Selain harus membangun jaringan dealer dan layanan purna jual, pabrikan juga perlu meningkatkan volume produksi agar utilisasi pabrik dapat berjalan optimal. Di sisi lain, pasar otomotif nasional masih menghadapi tantangan berupa daya beli konsumen yang belum sepenuhnya pulih serta persaingan harga yang semakin agresif.

Kondisi tersebut juga terjadi ketika pemerintah terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada berbagai produk otomotif. Bagi pabrikan yang baru membangun basis produksi, peningkatan kandungan lokal membutuhkan investasi tambahan pada rantai pasok, pengembangan vendor lokal, hingga proses sertifikasi komponen.

Di segmen kendaraan listrik, tantangan lain datang dari persaingan yang semakin ramai. Sejumlah merek China, Jepang, hingga Korea Selatan kini berlomba menghadirkan model baru dengan rentang harga yang berdekatan. Situasi tersebut membuat produsen harus menyeimbangkan antara pertumbuhan penjualan, investasi jangka panjang, dan profitabilitas.

Meski belum menghasilkan keuntungan, fasilitas produksi Cikande tetap menjadi aset strategis bagi DFSK untuk memperkuat kehadiran di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Hingga saat ini, perusahaan masih terus mengembangkan lini produk serta memanfaatkan pabrik tersebut sebagai basis produksi untuk pasar domestik dan ekspor.

Foto: Dok. DFSK

Editorial News
Share. Facebook Twitter Email
Theresia

Related Posts

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026

Luca Marini Bawa Honda HRC Castrol ke 10 Besar, Joan Mir Catat DNF Ketujuh di Sachsenring

15 Juli 2026

Astra Kuasai 51 Persen Pasar Mobil Nasional, Pangsa Pasar Justru Menyusut

15 Juli 2026

Lineup Roda Dua GIIAS 2026: Astra Honda hingga Harley-Davidson Ramaikan Pameran

15 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Latest Stories

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026

Luca Marini Bawa Honda HRC Castrol ke 10 Besar, Joan Mir Catat DNF Ketujuh di Sachsenring

15 Juli 2026
About Autorace Fastuner Media
About Autorace Fastuner Media

Autorace Fastuner Media membahas otomotif dari sisi teknis, aftermarket, garage culture, project car, dan real-use Indonesia.
Fokus kami adalah membuat pembahasan otomotif lebih mudah dipahami, bertanggung jawab, dan relevan untuk pengguna kendaraan di Indonesia.

EXPLORE
  • Editorial Policy
  • Commercial Disclosure
  • Media Kit
  • Partnership
  • Privacy Policy
  • Term of Use
  • Disclaimer
CONTACT & PARTNERSHIP

Editorial
redaksi@autoracefastuner.com

Partnership
partnership@autoracefastuner.com

© 2026 Autorace Fastuner Media. All rights reserved.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.