Momentum libur sekolah yang bertepatan dengan penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sebesar 30 persen membuat keberadaan kendaraan ramah lingkungan kian dilirik. Bagi konsumen yang berencana melakukan perjalanan rekreasi (road trip) bersama keluarga, beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai menjadi salah satu solusi alternatif guna menekan biaya operasional transportasi secara signifikan.
Pasar otomotif domestik saat ini menyajikan persaingan yang semakin ketat pada segmen harga Rp200 jutaan. Setidaknya terdapat delapan merek otomotif global yang telah aktif menawarkan lini kendaraan listriknya di rentang harga tersebut, yakni BYD, Changan, Geely, Jaecoo, Neta, Seres, VinFast, dan Wuling. Banyaknya opsi ini memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih sesuai kebutuhan akomodasi keluarga.

Bagi keluarga kecil yang mengutamakan efisiensi biaya, BYD Atto 1 hadir sebagai salah satu opsi dengan harga mulai dari Rp200 juta-an. Kendaraan dengan kapasitas lima penumpang ini dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 30 hingga 38 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 380 kilometer berdasarkan metode pengujian New European Driving Cycle (NEDC). Opsi lain di kelas dimensi kompak adalah Changan Lumin yang ditawarkan seharga Rp222 juta dengan baterai 35 kW serta estimasi daya jelajah hingga 301 kilometer NEDC.
Sementara itu, bagi konsumen keluarga yang membutuhkan ruang kabin lebih lapang dan posisi berkendara yang tinggi khas kendaraan utilitas sport (SUV), model seperti Geely EX2 dan Jaecoo J5 EV dapat menjadi pertimbangan. Berada di kisaran harga Rp230 juta hingga Rp280 juta, kedua model tersebut menawarkan akomodasi ruang yang lebih fleksibel untuk menampung barang bawaan serta kenyamanan ekstra saat menempuh perjalanan jarak jauh antarkota.
Meskipun daya jelajah dari deretan kendaraan listrik Rp200 jutaan ini sudah mencukupi untuk kebutuhan harian dan perjalanan antarkota jarak menengah, perencanaan rute tetap menjadi aspek krusial. Calon pengguna yang ingin memanfaatkan momen liburan sekolah untuk road trip disarankan untuk terlebih dahulu memetakan sebaran titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia di sepanjang jalur lintasan.
Hingga pertengahan Juni 2026, kesiapan infrastruktur pengisian daya cepat di sepanjang jalur tol utama terus ditingkatkan oleh pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan kendaraan listrik selama musim liburan.

