Close Menu
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
What's Hot

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
Facebook Instagram YouTube TikTok
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
Home»AF Newsroom»Solar Subsidi Langka Sepekan di Jawa Timur — Truk Mengular dari Sidoarjo sampai Pasuruan
AF Newsroom

Solar Subsidi Langka Sepekan di Jawa Timur — Truk Mengular dari Sidoarjo sampai Pasuruan

PutriBy Putri26 Juni 2026Updated:29 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Biosolar subsidi langka Solar Subsidi Langka Sepekan di Jawa Timur — Truk Mengular dari Sidoarjo sampai Pasuruan
Share
Facebook Twitter Telegram Email

Kelangkaan bahan bakar minyak bersubsidi jenis Biosolar melanda berbagai wilayah di Jawa Timur selama lebih dari sepekan terakhir, memicu antrean kendaraan logistik yang mengular panjang di sejumlah jalur utama. Di Sidoarjo, krisis pasokan ini menyebabkan ratusan truk dan kendaraan besar tertahan hingga membentuk barisan panjang di sepanjang jalur lintas Surabaya-Mojokerto, tepatnya di kawasan Krian hingga Balongbendo pada Senin petang kemarin. Kondisi serupa juga terlihat jelas di area Pantura Pasuruan, di mana antrean kendaraan roda enam ke atas di SPBU Raci dan SPBU Warungdowo Pohjentrek dilaporkan mencapai waktu tunggu hingga lebih dari satu jam pada Kamis kemarin. Dampak tersendatnya distribusi BBM seharga Rp6.800 per liter ini mulai memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku usaha transportasi karena mengganggu kelancaran arus logistik antardaerah.

Perluasan dampak kelangkaan secara masif kini juga merembet kuat ke wilayah Surabaya, khususnya di kawasan barat kota. Di kawasan Simo Pomahan, antrean kendaraan membentang dari Jalan Sukomanunggal, Jalan Simo Jawar, hingga Jalan Simo Pomahan yang berada dekat Gerbang Tol Banyuurip, di mana kondisi tersebut menyebabkan kepadatan lalu lintas menuju kawasan Simo. Antrean serupa juga terjadi di Jalan Margomulyo, di mana puluhan truk mengular hingga mendekati kawasan Kalianak dan memenuhi lajur kiri jalan. Salah seorang sopir truk, Rikky Ardiansyah, mengungkapkan bahwa banyak SPBU di kawasan barat Surabaya mengalami keterbatasan pasokan solar dalam beberapa pekan terakhir, seperti di sekitaran Osowilangon, Margomulyo, Tambak Langon, hingga Kalianak yang stok solarnya sering kosong atau terbatas, di mana siang sedikit saja pasokan sudah habis.

"Jadi banyak truk-truk itu biasanya ngisi di sekitaran Osowilangon, Margomulyo, Tambak Langon, Kalianak. Tapi beberapa minggu terakhir ini, di SPBU wilayah itu kosong solarnya atau terbatas, siang sedikit sudah habis," jelas Rikky kepada detikJatim pada Rabu, 24 Juni 2026. Akibat kondisi tersebut, para sopir terpaksa mencari SPBU yang masih memiliki stok solar sehingga terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik. Rikky menambahkan, "Akhirnya teman-teman sopir truk itu bergeser cari ke SPBU yang tersedia Solar salah satunya di Simo Pomahan ini, sama di Bunderan Margomulyo. Jadi sekarang sulit cari SPBU tersedia solar khususnya di wilayah yang banyak dilintasi truk." Selain persoalan stok, Rikky juga mengeluhkan pembatasan pembelian solar subsidi serta sistem verifikasi yang dinilai agak rumit di lapangan. "Verifikasinya juga agak rumit, sopir truk dipersulit dan dibatasi pembelian solarnya," tambahnya.

📖 Baca Juga: B50 Berlaku 1 Juli: Apakah Kendaraan Bermesin Bensin Bisa Mencampurnya? Ini Jawabannya

Keluhan serupa disampaikan Sukardi, sopir truk yang mengaku telah berkeliling mencari solar sejak dari wilayah Waru, Sidoarjo. "Tadi dari Waru sudah mencari SPBU. Tapi pada habis. Dan ternyata di Margomulyo baru ada solarnya," kata Sukardi. Menurut Sukardi, kelangkaan solar dan panjangnya antrean dapat berdampak terhadap distribusi barang karena kendaraan harus berhenti berjam-jam sebelum melanjutkan perjalanan. "Saya berharap agar solar ini gak sulit didapatkan. Biar pengiriman lancar dan perekonomian masyarakat tak terhambat," tambahnya. Sukardi mengaku telah mengantre selama sekitar tiga jam sejak pukul 10.00 WIB di Jalan Margomulyo sebelum akhirnya baru bisa mendekati area pengisian pada pukul 13.12 WIB. "Sudah 3 jam antre dari sana. Tadi jam 10 sudah antre, sekarang baru mau ngisi," kata Sukardi. Ia mengatakan keterlambatan pengisian solar membuat pengiriman barang menuju kawasan Teluk Lamong terhambat. "Ini mau antar paket ke Teluklamong. Pasti paket orang-orang akan telat nanti," ujarnya. Sementara itu, sopir lainnya bernama Sugeng mengaku rela mengantre lama sejak jam 11.00 siang demi bisa mendapatkan solar. "Antre jam 11 siang tadi. Dari Waru sampai Margomulyo baru dapat solar, gak papa antre lama yang penting dapat solar," kata Sugeng. Para sopir berharap pasokan solar segera kembali normal agar aktivitas logistik tidak terganggu. "Semoga bisa segera kembali seperti semula dan tidak antre lagi, biar pengiriman tidak mengalami keterlambatan," pungkas Sugeng.

Kondisi riil di lapangan ini dikonfirmasi oleh Kepala Regu SPBU 54.601.94 Margomulyo, Andika, yang mengatakan antrean pengisian solar memang sudah terjadi sejak pagi hari, bahkan sejumlah truk telah datang sejak dini hari sebelum SPBU mulai beroperasi. "Kalau antrean pengisian solar terjadi sejak pagi. Bahkan sebelum SPBU buka," kata Andika. Menurutnya, keterlambatan pengiriman solar sempat membuat stok di SPBU habis pada malam sebelumnya. "Tapi kita memang tutup jam 10 malam. Solar baru datang tadi pagi, pas buka solar sudah ada. Tapi truk-truk itu sudah antre panjang," tuturnya. Untuk mengurangi kepadatan antrean yang mengular, pihak SPBU mengoperasikan tiga dispenser khusus pengisian solar. Andika memungkasi, "Sudah kita buka tiga pompa pengisian solar dengan harapan bisa mengurangi antrean."

📖 Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan B50 Meluncur Juli 2026: Kita Tidak Akan Impor Solar Lagi

Di tengah belum jelasnya evaluasi menyeluruh dari pusat, hambatan distribusi juga dilaporkan meluas ke daerah Jombang dan Kediri, di mana sejumlah stasiun pengisian di Jombang bahkan kehabisan stok Pertalite dan solar sejak dini hari Rabu lalu. Kondisi ini memicu kekhawatiran meluas akan adanya indikasi penimbunan di tingkat lokal, berkaca pada kasus di Kalimantan bulan Mei lalu di mana oknum SPBU sengaja memasang plang habis padahal tangki timbunnya masih menyimpan 8.000 liter solar. Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina regional Jawa Timur belum memberikan komentar resmi atau pernyataan tertulis yang dapat dikonfirmasi mengenai penyebab pasti di balik kelangkaan solar bersubsidi yang telah berlangsung selama sepekan terakhir ini. Redaksi terus berupaya mengejar dan menghubungi pihak manajemen komunikasi Pertamina guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait anomali pasokan ini demi memberikan kepastian bagi para pelaku usaha logistik di Jawa Timur.

Editorial News
Share. Facebook Twitter Email
Putri

Related Posts

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026

Luca Marini Bawa Honda HRC Castrol ke 10 Besar, Joan Mir Catat DNF Ketujuh di Sachsenring

15 Juli 2026

Astra Kuasai 51 Persen Pasar Mobil Nasional, Pangsa Pasar Justru Menyusut

15 Juli 2026

Lineup Roda Dua GIIAS 2026: Astra Honda hingga Harley-Davidson Ramaikan Pameran

15 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Latest Stories

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026

Luca Marini Bawa Honda HRC Castrol ke 10 Besar, Joan Mir Catat DNF Ketujuh di Sachsenring

15 Juli 2026
About Autorace Fastuner Media
About Autorace Fastuner Media

Autorace Fastuner Media membahas otomotif dari sisi teknis, aftermarket, garage culture, project car, dan real-use Indonesia.
Fokus kami adalah membuat pembahasan otomotif lebih mudah dipahami, bertanggung jawab, dan relevan untuk pengguna kendaraan di Indonesia.

EXPLORE
  • Editorial Policy
  • Commercial Disclosure
  • Media Kit
  • Partnership
  • Privacy Policy
  • Term of Use
  • Disclaimer
CONTACT & PARTNERSHIP

Editorial
redaksi@autoracefastuner.com

Partnership
partnership@autoracefastuner.com

© 2026 Autorace Fastuner Media. All rights reserved.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.