SURABAYA, AF Media – Toyota Great Corolla atau yang akrab disebut Greco punya tempat tersendiri dihati penggemar mobil 90-an. Bentuknya sederhana, dimensinya pas untuk dipakai harian, dan aura 90-annya terasa kuat tanpa harus tampil berlebihan. Di Surabaya, salah satu Greco yang cukup mencuri perhatian adalah milik Amy Rizal.
AF Media berkesempatan berbincang langsung dengan Rizal pada Minggu, 28 Juni 2026. Mobil yang ia bangun adalah Toyota Great Corolla matic produksi akhir 1995 berwarna abu-abu. Menurut Rizal, unit ini cukup menarik karena berasal dari tahun terakhir produksi dan menggunakan transmisi matic, kombinasi yang membuatnya terasa lebih jarang ditemui.
Alasan Rizal memilih Greco cukup sederhana. Bentuknya dinilai enak dilihat, punya desain yang timeless, dan tetap membawa identitas Toyota yang kuat. Bagi pemilik mobil tua, faktor Toyota juga menjadi nilai penting karena ketersediaan suku cadang masih relatif mudah ditemukan dan biaya perawatannya cenderung masuk akal.

Dari Kondisi Awal ke Prioritas Perawatan
Saat pertama kali mendapatkan Greco tersebut, Rizal mengaku kondisi bodi dan tampilan luarnya sudah cukup baik. Namun seperti banyak mobil tua lainnya, beberapa sektor tetap perlu diperhatikan lebih serius. Kaki-kaki, mesin, AC, kelistrikan, hingga beberapa bagian besar lain harus dicek ulang agar mobil kembali nyaman digunakan.
Menurut Rizal, titik awal membangun mobil tua bukan selalu soal modifikasi visual. Kenyamanan dan kesehatan dasar mobil justru harus menjadi fondasi utama. Setiap pemilik bisa punya fokus berbeda, tetapi untuk Greco miliknya, Rizal memilih memulai dari sektor AC, kemudian kaki-kaki, lalu mesin. Setelah itu, urusan interior dan eksterior bisa dirapikan sambil berjalan.
Pendekatan ini terasa cukup realistis untuk sebuah mobil tua bangka (Motuba). Sebelum mengejar tampilan, mobil harus lebih dulu bisa dipakai dengan nyaman, dingin, stabil, dan tidak menyusahkan saat dibawa jalan.
“Untuk Toyota, semua masalah akan teratasi. Tinggal fokus pemiliknya mau mulai dari mana,” ujar Rizal.

Awalnya OEM, Lalu Bergerak ke Arah Stance
Konsep awal Greco Rizal sebenarnya mengarah ke OEM. Namun seiring waktu, arah modifikasi mulai bergeser ke gaya stance. Meski begitu, Rizal tidak ingin membangun mobil hanya untuk terlihat rendah atau ekstrem. Fitment tetap harus ditata dengan pas agar tampilan meningkat tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.
Bagi Rizal, Great Corolla punya karakter desain yang kuat. Mobil ini bisa masuk ke banyak gaya modifikasi, mulai dari OEM clean, street look, sampai stance. Namun ada satu bagian yang menurutnya sebaiknya tetap dijaga: lampu depan.
“Great Corolla itu mau dimodifikasi seperti apa pun tetap ganteng. Kuncinya satu, jangan ubah lampu Great Corolla. Karena itu bisa merusak karakter Greco. Jadi original saja,” tambahnya.
📖 Baca Juga: Pulang Kampung Bersama Ferrari, Lewis Hamilton Siap Hadapi Tensi Tinggi F1 GP Inggris 2026
Menurut Rizal, mempertahankan lampu asli membuat kesan 90-an pada Greco tetap hidup. Ia merasa penambahan lampu utama bi-LED atau ubahan yang terlalu modern pada area depan justru bisa mengurangi ketampanan asli mobil ini.
Part yang Sulit Dicari dan Pentingnya Keaslian
Dalam proses membangun Greco, salah satu komponen yang menurut Rizal cukup sulit dicari adalah delco. Selain mulai jarang, harga delco Great Corolla juga bisa cukup mahal, apalagi jika mencari part copotan yang benar-benar original.
Rizal mengaku masih berusaha menemukan delco dengan kondisi terbaik. Tantangannya, tidak semua part yang dijual benar-benar utuh secara kualitas dan keasliannya. Kadang coilnya original tetapi CDI-nya imitasi, atau sebaliknya. Bagi Rizal, komponen ini tetap penting karena berpengaruh pada keandalan mobil, baik untuk pemakaian dekat maupun perjalanan jauh.
“Pasti kalau bukan coilnya yang original dan CDI-nya imitasi, dapat lagi coilnya imitasi tapi CDI-nya original,” jelas Rizal.

Fitment Jadi Kunci Tampilan
Salah satu kesalahan umum saat memodifikasi Great Corolla, menurut Rizal, adalah pemilihan fitment velg yang kurang tepat. Ukuran diameter, lebar velg, offset, dan karakter ban harus dipikirkan secara utuh. Jika salah memilih, tampilan mobil bukan terlihat lebih proper, tetapi justru terasa kurang pas.
“Kalau velg sudah dipasang di mobil tapi tidak pas, bukannya bikin tampilan naik, malah kelihatannya jadi ‘nggak deh kayaknya’,” kata Rizal.
Pada Greco miliknya, Rizal menggunakan velg ring 17 dengan lebar 7,5 inci di depan dan 8,5 inci di belakang. Ban yang dipakai adalah Delium ukuran 205/45 R17. Kombinasi ini menjadi salah satu identitas kuat dari Greco tersebut, terutama karena posisi mobil dibuat rendah dengan fitment yang cukup berani.
“Karena memang penggunaan velg OZ Futura dengan fitment sependek ini baru saya,” ujarnya.

Clean Look, Bumper, dan Mini Projector
Secara visual, Rizal menyebut bagian depan dan velg sebagai dua elemen paling spesial dari Greco miliknya. Modifikasi yang dilakukan tetap dibuat sederhana dan mengarah ke clean look. Area bumper diganti, sementara tambahan lampu dipilih agar tidak terlihat terlalu ramai, tetapi tetap fungsional untuk kebutuhan pencahayaan jarak dekat maupun jauh.
Untuk pencahayaan tambahan, Greco Rizal menggunakan dua buah mini projector Hyperion RFLX-III. Menurutnya, mini projector ini mampu membantu kebutuhan penerangan tanpa harus merusak karakter lampu utama Great Corolla. Apalagi pada area grill dan foglamp masih ada ruang kosong yang bisa dimanfaatkan dengan tetap menjaga komposisi visual mobil.
📖 Baca Juga: Mesin Diesel Anda Siap B50? Toyota, Isuzu, Mitsubishi Sudah Konfirmasi — Ini Daftarnya
Pendekatan ini menjadi menarik karena modifikasi tidak hanya mengejar gaya. Ada fungsi yang dibutuhkan, tetapi tetap dikontrol agar tidak keluar dari karakter mobil 90-an yang ingin dipertahankan.

Greco dan Kultur Motuba yang Kembali Hidup
Antusiasme audiens AF terhadap konten Great Corolla menunjukkan bahwa mobil ini mulai kembali dilirik. Rizal pun merasakan hal yang sama. Menurutnya, pemilik Greco saat ini sedang bersemangat, terutama karena pilihan part dan referensi modifikasi masih cukup luas.
Menariknya, ekosistem Greco tidak hanya hidup di Indonesia. Rizal menyebut pengguna dan referensi Great Corolla juga banyak ditemukan di negara lain seperti Turki, Filipina, hingga Malaysia. Bahkan, menurutnya, beberapa part menarik justru banyak beredar di Malaysia.
Di titik ini, Great Corolla bukan lagi sekadar sedan tua Toyota. Ia mulai masuk ke ruang kulkur motuba, yaitu ketika mobil-mobil era 90-an kembali dibangun bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai medium ekspresi personal.

Rawat, Jangan Sekadar Diganti
Bagi Rizal, membangun mobil tua tidak harus mengejar kesempurnaan mutlak. Justru, kesempurnaan pada mobil tua adalah sesuatu yang sulit dicapai. Yang lebih penting adalah bagaimana pemilik merawat mobil dengan benar dan membangun karakter yang mencerminkan dirinya sendiri.
“Rawat, jangan diganti. Itu yang pertama. Yang kedua, bikin mobilmu berkarakter seperti cerminan owner-nya. Karena kalau kamu bercermin dengan modifikasi temanmu sendiri, itu akan menghilangkan karakter dari mobilmu,” tutur Rizal.
Dari obrolan ini, AF melihat bahwa membangun mobil yang proper tidak selalu harus dimulai dari part paling mahal. Build yang menarik justru lahir dari arah yang jelas, pemilihan komponen yang pas, dan proses bertahap yang dinikmati oleh pemiliknya.
Great Corolla milik Rizal menjadi contoh bahwa mobil tua bisa tampil segar tanpa kehilangan jati diri. Kuncinya bukan sekadar rendah, bukan sekadar velg mahal, dan bukan pula sekadar tambahan aksesori. Kuncinya adalah karakter. Karena pada akhirnya, mobil yang dibangun dengan karakter akan lebih mudah dikenali, lebih enak dilihat, dan lebih punya cerita.

