Close Menu
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
What's Hot

Pilih Indonesia untuk Debut Global Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo Berburu Tambahan Pabrik

29 Juli 2026

Resmi Beroperasi di Citeureup, Pabrik Mazda Indonesia Mulai Rakit CX-30 Secara Lokal

29 Juli 2026

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
Facebook Instagram YouTube TikTok
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
Home»AF Newsroom»Bos Toyota Takut Semua Orang Beralih ke Mobil Listrik, Ini Alasannya
AF Newsroom

Bos Toyota Takut Semua Orang Beralih ke Mobil Listrik, Ini Alasannya

AlvinoBy Alvino12 Juni 2026Updated:29 Juni 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Bos Toyota Takut Semua Orang Beralih ke Mobil Listrik, Ini Alasannya
Share
Facebook Twitter Telegram Email

Ketua Dewan Direksi Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan industri otomotif yang sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Komentar tersebut muncul dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis otomotif Mat Watson dari Carwow yang dipublikasikan pada 9 Juni 2026. Dalam wawancara itu, Toyoda mengatakan bahwa peralihan seluruh industri ke BEV menjadi salah satu kekhawatiran terbesarnya.

“Everybody is shifting to BEVs, this is the biggest fear for me,” kata Toyoda dalam wawancara tersebut. Pernyataan ini kemudian memicu kembali diskusi mengenai arah elektrifikasi global dan posisi Toyota yang selama ini memilih pendekatan lebih hati-hati terhadap mobil listrik murni.

Menurut Toyoda, kekhawatiran tersebut bukan muncul karena Toyota menolak kendaraan listrik. Ia menilai peralihan yang terlalu cepat menuju mobil listrik murni berpotensi mengganggu jutaan lapangan pekerjaan yang selama puluhan tahun bergantung pada industri mesin pembakaran internal dan rantai pasok komponennya.

Toyoda juga meyakini bahwa pengurangan emisi karbon tidak harus dilakukan melalui satu teknologi saja. Dalam pandangan Toyota, hybrid, plug-in hybrid, hidrogen, kendaraan listrik berbasis baterai, hingga mesin pembakaran internal berbahan bakar rendah emisi masih dapat berjalan berdampingan, tergantung kondisi energi, infrastruktur, dan kebutuhan konsumen di masing-masing pasar.

Bagi pasar Indonesia, pandangan ini menarik karena menunjukkan bahwa bahkan di tengah pertumbuhan mobil listrik, teknologi hybrid masih dianggap memiliki peran penting sebagai solusi transisi yang lebih realistis. Kondisi infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, pola penggunaan harian, dan kesiapan ekosistem menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

AF Media melihat pernyataan Toyoda bukan sebagai penolakan terhadap kendaraan listrik, melainkan sebagai pengingat bahwa masa depan industri otomotif kemungkinan tidak akan ditentukan oleh satu teknologi saja. Transisi menuju kendaraan rendah emisi tetap penting, tetapi jalurnya bisa berbeda-beda antara satu negara dan negara lain.

Meski demikian, Toyota sendiri tetap terus memperluas lini kendaraan elektrifikasinya. Karena itu, pernyataan Toyoda lebih tepat dibaca sebagai dorongan agar industri tidak terburu-buru menghapus opsi teknologi lain sebelum ekosistem kendaraan listrik benar-benar siap secara menyeluruh.

Editorial News
Share. Facebook Twitter Email
Alvino

Related Posts

Pilih Indonesia untuk Debut Global Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo Berburu Tambahan Pabrik

29 Juli 2026

Resmi Beroperasi di Citeureup, Pabrik Mazda Indonesia Mulai Rakit CX-30 Secara Lokal

29 Juli 2026

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026

Luca Marini Bawa Honda HRC Castrol ke 10 Besar, Joan Mir Catat DNF Ketujuh di Sachsenring

15 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Latest Stories

Pilih Indonesia untuk Debut Global Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo Berburu Tambahan Pabrik

29 Juli 2026

Resmi Beroperasi di Citeureup, Pabrik Mazda Indonesia Mulai Rakit CX-30 Secara Lokal

29 Juli 2026

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026
About Autorace Fastuner Media
About Autorace Fastuner Media

Autorace Fastuner Media membahas otomotif dari sisi teknis, aftermarket, garage culture, project car, dan real-use Indonesia.
Fokus kami adalah membuat pembahasan otomotif lebih mudah dipahami, bertanggung jawab, dan relevan untuk pengguna kendaraan di Indonesia.

EXPLORE
  • Editorial Policy
  • Commercial Disclosure
  • Media Kit
  • Partnership
  • Privacy Policy
  • Term of Use
  • Disclaimer
CONTACT & PARTNERSHIP

Editorial
redaksi@autoracefastuner.com

Partnership
partnership@autoracefastuner.com

© 2026 Autorace Fastuner Media. All rights reserved.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.