Kompatibilitas motor Honda E10 menjadi salah satu informasi penting di tengah rencana penerapan bensin campuran bioetanol 5 persen atau E5 di Indonesia. PT Astra Honda Motor (AHM) menyatakan seluruh sepeda motor bensin Honda yang dijual di Indonesia bisa menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 10 persen atau E10. Pernyataan tersebut juga mencakup model terbaru AHM, New Honda Vario Evo 160, yang meluncur pada 24 Juni 2026.
Penegasan itu disampaikan oleh Thomas Wijaya, Wakil Presiden Direktur AHM. Dalam keterangannya di sela peluncuran Vario generasi terbaru, Thomas menyebut bahwa seluruh produk bensin Honda dapat menggunakan bahan bakar campuran etanol dalam rentang E5 sampai E10. Ia menegaskan, “Semuanya bisa, E5 sampai E10.”
Pernyataan tersebut langsung berkaitan dengan arah kebijakan bahan bakar nabati untuk kendaraan bensin di Indonesia. E5 berarti bensin dengan campuran 5 persen bioetanol, sedangkan E10 memiliki kandungan bioetanol 10 persen. Dengan pernyataan AHM tersebut, pengguna motor Honda bensin, termasuk pemilik skutik harian, bebek, sport, hingga model terbaru seperti Vario Evo 160, mendapat kepastian bahwa kendaraan mereka telah disiapkan untuk menerima campuran bioetanol sampai kadar E10.
Kebijakan E5 yang disiapkan pemerintah mulai Juli 2026 masih berjalan secara bertahap. Informasi awal dari pemerintah menyebut implementasi E5 akan dimulai di beberapa lokasi dan difokuskan lebih dulu pada bensin nonsubsidi atau non-PSO. Artinya, penerapan di lapangan tidak serta-merta berarti seluruh jenis bensin langsung berubah pada waktu yang sama di semua wilayah.
📖 Baca Juga: Solar Subsidi Langka Sepekan di Jawa Timur — Truk Mengular dari Sidoarjo sampai Pasuruan
Dalam konteks tersebut, pernyataan AHM menjadi penting karena sepeda motor merupakan kendaraan harian yang sangat dominan di Indonesia. Banyak konsumen mulai mempertanyakan apakah penggunaan bahan bakar dengan campuran etanol akan berdampak pada mesin, sistem injeksi, selang bahan bakar, tangki, atau komponen lain. Untuk model Honda yang dipasarkan AHM, perusahaan menyatakan kompatibilitas tersebut sudah mencakup penggunaan E5 hingga E10.
Sorotan juga tertuju pada New Honda Vario Evo 160 karena model ini menjadi salah satu produk terbaru AHM yang hadir berdekatan dengan pembahasan kebijakan E5. Skutik tersebut menggunakan mesin 160 cc empat katup berteknologi eSP+ dengan sistem pendingin cairan. Mesin ini diklaim menghasilkan tenaga maksimum 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi puncak 14 Nm pada 6.500 rpm.
AHM juga menyebut Vario Evo 160 memiliki catatan konsumsi bahan bakar 46,7 kilometer per liter dengan fitur Idling Stop System aktif berdasarkan pengujian standar WMTC Euro 3. Model ini turut dibekali fitur seperti USB Type-C Charger, Pop Up Center Hook, Honda Smart Key System, panel meter digital, serta pilihan sistem pengereman CBS dan ABS sesuai varian.
Untuk konsumen, informasi motor Honda E10 ini membuat isu E5 tidak perlu langsung dipahami sebagai perubahan yang mengkhawatirkan untuk motor Honda bensin modern. Namun, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan kualitas bahan bakar, kondisi tangki, serta jadwal perawatan berkala. Etanol memiliki karakter berbeda dibandingkan bensin murni, sehingga faktor kebersihan bahan bakar dan potensi kontaminasi air tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan jangka panjang.
📖 Baca Juga: B50 Berlaku 1 Juli: Apakah Kendaraan Bermesin Bensin Bisa Mencampurnya? Ini Jawabannya
AHM belum merinci daftar model per model dalam pernyataan tersebut, tetapi penegasan Thomas Wijaya menyebut cakupan seluruh sepeda motor bensin Honda yang dijual di Indonesia. Dengan begitu, posisi resmi AHM saat ini adalah seluruh lini motor bensin Honda siap menggunakan bahan bakar E5 sampai E10, termasuk Vario Evo 160 yang baru saja diperkenalkan ke pasar nasional.
Hingga artikel ini ditulis, detail teknis pelaksanaan E5 di setiap jaringan SPBU masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari Kementrian ESDM dan Pertamina. Penerapan awalnya tetap menjadi bagian dari kebijakan bioetanol nasional yang berjalan bertahap, sementara AHM telah menyampaikan kesiapan produknya untuk penggunaan bahan bakar dengan campuran etanol hingga 10 persen.

