Close Menu
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
What's Hot

Pilih Indonesia untuk Debut Global Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo Berburu Tambahan Pabrik

29 Juli 2026

Resmi Beroperasi di Citeureup, Pabrik Mazda Indonesia Mulai Rakit CX-30 Secara Lokal

29 Juli 2026

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
  • Home
  • Topics
    • AF Explain
    • Aftermarket Lab
    • Owner Guide
    • Garage Story
    • Event Coverage
    • Car Culture
    • AF Newsroom
  • Project Garage
  • About
  • Media Kit
  • Store
Facebook Instagram YouTube TikTok
Autorace Fastuner MediaAutorace Fastuner Media
Home»AF Newsroom»Nasib Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Menggantung, Unit Masih Terparkir di Sentul
AF Newsroom

Nasib Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Menggantung, Unit Masih Terparkir di Sentul

Anthony HariantoBy Anthony Harianto15 Juni 2026Updated:29 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram WhatsApp Email
Nasib Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Menggantung, Unit Masih Terparkir di Sentul
Share
Facebook Twitter Telegram Email

Nasib pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ribuan unit Emmo terlihat masih terparkir di fasilitas Emmo Electric Mobility, Sentul, Kabupaten Bogor, pada 11 Juni 2026. Unit-unit tersebut menjadi bagian dari pengadaan kendaraan operasional Badan Gizi Nasional (BGN) yang nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Nasib Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Menggantung, Unit Masih Terparkir di Sentul
Deretan motor listrik Emmo tampak tersimpan di area gudang dengan sebagian unit masih dalam kondisi terbungkus plastik pelindung. Foto ilustrasi: AF Media.

Dalam keterangan resmi sebelumnya, BGN menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut masuk dalam perencanaan anggaran 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Realisasi pengadaan disebut mencapai 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan, atau 85,01 persen, hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026.

BGN juga menyatakan bahwa kendaraan tersebut belum didistribusikan karena masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). Pendistribusian disebut akan dilakukan bertahap sesuai kebutuhan operasional di wilayah masing-masing setelah proses administrasi selesai.

Polemik kemudian berkembang setelah Kejaksaan Agung mengusut dugaan korupsi dalam tata kelola MBG, termasuk pengadaan motor listrik. Dalam perkara ini, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT), Andri Mulyono, ditetapkan sebagai tersangka baru pada 12 Juni 2026 terkait posisi perusahaan tersebut sebagai penyedia motor listrik Emmo untuk BGN.

Kejaksaan Agung menyebut PT YAT diduga tidak memenuhi syarat sebagai vendor karena belum memiliki dealer atau bengkel aktif, tetapi tetap mendapatkan proyek pengadaan. Dalam keterangan yang beredar, nilai pengadaan motor listrik tersebut disebut mencapai Rp1.035.515.297.908,02 dan telah dibayarkan kepada PT YAT, sementara penyidik juga menelusuri dugaan penggelembungan harga.

Pantauan lapangan di kawasan Sentul memperlihatkan sebagian motor masih berada di area penyimpanan, dengan unit yang tampak terbungkus plastik pelindung serta sebagian tertutup terpal dan jaring. Kondisi tersebut membuat status penyelesaian unit, serah-terima aset, kesiapan distribusi, dan pemanfaatan kendaraan menjadi bagian yang masih perlu dijelaskan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman sebelumnya menyatakan bahwa motor listrik yang sudah dibayar tetap akan menjadi aset BGN, sementara keputusan pemanfaatannya berada pada Kepala BGN baru atau dapat menunggu arahan pemerintah. Dudung juga membuka kemungkinan kendaraan itu dialihkan untuk kebutuhan program lain apabila dinilai lebih bermanfaat.

Dalam konteks kebijakan kendaraan operasional pemerintah, kasus ini tidak hanya menyangkut jumlah unit dan nilai pengadaan, tetapi juga kebutuhan riil di lapangan, status BMN, kesiapan layanan purna jual, jaringan bengkel, ketersediaan suku cadang, serta mekanisme distribusi ke wilayah sasaran. Untuk kendaraan listrik, kesiapan pengisian daya dan perawatan baterai juga menjadi faktor operasional yang perlu dipastikan sebelum armada digunakan secara luas.

Nasib Motor Listrik MBG Rp1 Triliun Menggantung, Unit Masih Terparkir di Sentul
Pengadaan motor listrik MBG mencakup nilai lebih dari Rp1 triliun, dengan 25.644 unit dikontrakkan dan 21.801 unit disebut telah terealisasi. Infografis: AF Media.

Potensi kerugian negara dalam perkara ini masih bergantung pada hasil penghitungan resmi aparat penegak hukum dan lembaga audit yang berwenang. Hingga artikel ini disusun, informasi lanjutan mengenai jumlah unit yang benar-benar siap pakai, jadwal distribusi, dan keputusan akhir pemanfaatan motor listrik MBG masih menunggu keterangan resmi terbaru dari pihak terkait.

Editorial News
Share. Facebook Twitter Email
Anthony Harianto
  • Website

Related Posts

Pilih Indonesia untuk Debut Global Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo Berburu Tambahan Pabrik

29 Juli 2026

Resmi Beroperasi di Citeureup, Pabrik Mazda Indonesia Mulai Rakit CX-30 Secara Lokal

29 Juli 2026

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026

Harga Sederet Mobil Listrik di Indonesia Naik-Turun Sepanjang Juli 2026

15 Juli 2026

Luca Marini Bawa Honda HRC Castrol ke 10 Besar, Joan Mir Catat DNF Ketujuh di Sachsenring

15 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Latest Stories

Pilih Indonesia untuk Debut Global Omoda O4 EV, Omoda & Jaecoo Berburu Tambahan Pabrik

29 Juli 2026

Resmi Beroperasi di Citeureup, Pabrik Mazda Indonesia Mulai Rakit CX-30 Secara Lokal

29 Juli 2026

Tiket Presale GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Diskon 25 Persen via Auto360

15 Juli 2026

GIIAS The Series 2026 Akan Sambangi Surabaya, Bandung, Semarang, dan Makassar

15 Juli 2026
About Autorace Fastuner Media
About Autorace Fastuner Media

Autorace Fastuner Media membahas otomotif dari sisi teknis, aftermarket, garage culture, project car, dan real-use Indonesia.
Fokus kami adalah membuat pembahasan otomotif lebih mudah dipahami, bertanggung jawab, dan relevan untuk pengguna kendaraan di Indonesia.

EXPLORE
  • Editorial Policy
  • Commercial Disclosure
  • Media Kit
  • Partnership
  • Privacy Policy
  • Term of Use
  • Disclaimer
CONTACT & PARTNERSHIP

Editorial
redaksi@autoracefastuner.com

Partnership
partnership@autoracefastuner.com

© 2026 Autorace Fastuner Media. All rights reserved.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.