Musim libur sekolah pertengahan tahun ini tidak hanya membawa kepadatan di jalur-jalur wisata. Di sudut lain jalanan Jawa Timur, sebuah pemandangan kontras terlihat di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Antrean truk logistik tampak mengular panjang hingga memakan bahu jalan, menciptakan efek domino pada padatnya jalur distribusi barang. Kelangkaan solar yang terjadi belakangan ini memaksa para ksatria jalanan—para sopir truk—untuk menepi lebih lama, bukan untuk beristirahat, melainkan demi berburu tetesan bahan bakar.
Bagi para sopir, waktu adalah taruhan terbesar yang mengancam ketepatan jadwal pengiriman. Pepi, salah satu sopir truk lintas provinsi yang sedang menempuh perjalanan menuju Solo, mengeluhkan bagaimana peliknya situasi di jalur distribusinya pada Senin (22/6). Demi bisa mendapatkan solar, ia bahkan sudah harus masuk barisan antrean sejak tengah hari. "Mau ke Solo, sudah antre mulai setengah satu siang. Saya sempat WhatsApp rekan di SPBU Kertosono, di sana ternyata juga sama, sedang ada masalah stok," keluhnya, menggambarkan bahwa kelangkaan ini terjadi secara merata di beberapa titik krusial.
Cerita yang jauh lebih berat datang dari Fajar, seorang sopir truk yang biasa memegang rute Tuban-Sidoarjo. Kelangkaan solar ini benar-benar menguras energi dan memangkas waktu produktivitasnya di jalanan secara drastis. Ia mengaku terpaksa membuang waktu berharga hingga lebih dari empat jam hanya untuk mengantre BBM di pengisian bahan bakar agar armadanya bisa kembali pulang ke garasi.
📖 Baca Juga: Solar Subsidi Langka Sepekan di Jawa Timur — Truk Mengular dari Sidoarjo sampai Pasuruan
Di tengah peliknya situasi tersebut, ada satu pemandangan menarik yang terekam di sekitar lokasi antrean. Warung-warung kopi kecil yang berdiri di pinggir jalan sekitar SPBU mendadak ramai dan penuh sesak oleh para sopir truk yang senasib. Aroma kopi hitam dan asap rokok mengepul dari warung yang menjadi tempat pelarian sementara. Sambil menunggu antrean truknya berjalan merayap, para sopir memanfaatkan momen ini untuk saling melempar tawa, berbagi info kondisi stok SPBU via ponsel, atau sekadar melepas lelah. Bagi mereka, secangkir kopi hangat menjadi peredam stres paling ampuh agar roda logistik di Jawa Timur bisa tetap berputar, seketat apa pun kondisinya di lapangan.
📖 Baca Juga: B50 Berlaku 1 Juli: Apakah Kendaraan Bermesin Bensin Bisa Mencampurnya? Ini Jawabannya

