Pasar mobil listrik (EV) keluarga di tanah air kembali dikejutkan oleh performa penjualan pabrikan asal Vietnam, VinFast. Meski unit kendaraannya belum resmi dikirimkan ke garasi konsumen, angka Surat Pesanan Kendaraan (SPK) untuk model VinFast MPV 7 dilaporkan telah resmi menembus 1.200 unit per 2 Juli 2026. Capaian ini diklaim oleh pihak manajemen telah jauh melampaui target awal yang mereka tetapkan untuk fase pengenalan pasar domestik. Fenomena laris manisnya MPV listrik 7-seater ini menghadirkan ironi tersendiri di panggung otomotif global, di mana saat VinFast diterpa kabar miring terkait penutupan sejumlah jaringan dealer di Amerika Serikat, mereka justru menunjukkan agresivitas luar biasa dan memanen hasil manis di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
Faktor utama yang membuat VinFast MPV 7 langsung diserbu konsumen harian adalah strategi harganya yang sangat kompetitif dan fleksibel melalui metode kepemilikan unik yang memisahkan harga mobil dengan komponen baterainya. VinFast menawarkan varian tanpa baterai atau dengan skema sewa baterai di angka Rp 345 juta, sementara untuk varian dengan baterai atau beli putus dibanderol Rp 420 juta. Dengan menekan harga mulai Rp 345 juta, VinFast berhasil meruntuhkan dinding psikologis konsumen yang menganggap mobil listrik keluarga berukuran besar pasti mahal, sekaligus memberikan angin segar bagi para kepala keluarga yang mencari mobil operasional harian yang ramah lingkungan.

Kehadiran VinFast MPV 7 di segmen ini juga langsung mengusik kenyamanan para pemain besar asal China yang sudah lebih dulu mencicipi pasar Indonesia, seperti BYD M6 yang dibanderol mulai dari Rp 383 juta hingga Wuling Darion EV yang berada di angka Rp 399 juta. Berkat opsi sewa baterai tersebut, VinFast berhasil mencuri start dengan menjadi opsi MPV listrik keluarga paling terjangkau di kelasnya, meninggalkan para pesaingnya dengan selisih harga yang cukup signifikan bagi konsumen yang sensitif terhadap harga awal.
📖 Baca Juga: BBM Non-Subsidi Naik 30 Persen: Apakah Mobil Listrik Rp200 Jutaan Jadi Solusi Liburan Keluarga?
Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa masif pada fase pre-booking, manajemen VinFast Indonesia langsung bergerak cepat. Mengingat pameran otomotif akbar GIIAS 2026 akan segera digulirkan pada 30 Juli mendatang, kuota pesanan khusus ini direncanakan bakal ditambah menjadi 2.000 unit demi mengakomodasi lonjakan permintaan baru. Direktur VinFast Indonesia, Rinaldi, memproyeksikan bahwa target pesanan akan dinaikkan untuk menjaga momentum positif ini. "Kemungkinan 2.000 unit akan kami tambah lagi, karena dekat sama GIIAS," ungkap Rinaldi saat memberikan keterangan resmi terkait performa penjualan timnya.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah momentum penjualan yang masif ini akan terus bertahan pasca-GIIAS 2026 selesai digelar? Tantangan sesungguhnya bagi VinFast baru akan dimulai saat unit pertama dikirimkan ke konsumen harian, di mana kesiapan layanan purnajual (aftersales), ketersediaan suku cadang, serta performa riil skema sewa baterai di lapangan akan diuji secara langsung oleh masyarakat Indonesia.
📖 Baca Juga: Daftar Harga Mobil Listrik Termurah 2026 di Indonesia, Mulai Rp152 Juta dengan Sewa Baterai

