Toyota dan Honda kembali mencatat penurunan penjualan di pasar China pada Mei 2026. Di tengah melemahnya permintaan kendaraan domestik dan semakin agresifnya merek lokal, dua pabrikan Jepang tersebut masih kesulitan membalikkan tren negatif yang sudah berlangsung sejak awal tahun.
Berdasarkan data yang dirilis melalui MarkLines Automotive Industry Portal, Toyota membukukan penjualan 102.300 unit di China selama Mei 2026 atau turun 31,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif JanuariāMei 2026, penjualan Toyota mencapai 579.400 unit, turun 14,8 persen secara tahunan. Sementara itu, Honda mencatat penjualan 28.279 unit pada Mei 2026, anjlok 48,7 persen dibanding Mei tahun lalu. Penjualan Honda sepanjang lima bulan pertama tahun ini juga turun 32,5 persen menjadi 173.344 unit.
Tekanan yang dialami kedua merek Jepang tersebut terjadi di tengah kondisi pasar otomotif China yang masih melemah. Data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) menunjukkan total penjualan kendaraan di China pada Mei 2026 turun 2,1 persen secara tahunan menjadi sekitar 2,63 juta unit.
Meski pasar secara keseluruhan menurun, sejumlah merek lokal justru berhasil mencatat pertumbuhan dan mempertahankan volume penjualan tinggi. BYD masih memimpin pasar, disusul Geely dan Chery. Sejumlah merek kendaraan energi baru seperti Xiaomi, Leapmotor, Zeekr, dan Xpeng juga terus memperkuat posisi mereka di pasar domestik.
Persaingan yang semakin ketat menjadi salah satu penyebab utama tertekannya merek-merek Jepang. Konsumen China kini semakin beralih ke kendaraan listrik dan plug-in hybrid yang dikembangkan produsen lokal dengan harga kompetitif serta teknologi yang lebih sesuai kebutuhan pasar setempat.
Bagi AF Media, kondisi ini menjadi sinyal bahwa dominasi merek global di China semakin sulit dipertahankan tanpa strategi elektrifikasi yang cepat dan produk yang benar-benar disesuaikan dengan selera konsumen lokal.
Perkembangan penjualan pada semester kedua 2026 akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah Toyota dan Honda mampu memperbaiki posisi mereka atau justru semakin tertinggal dari gelombang pertumbuhan merek lokal China.

