Wuling Eksion mulai menunjukkan tarikan pasar yang kuat setelah resmi diluncurkan di Indonesia. Angka yang perlu dicatat bukan sekadar klaim “ribuan pesanan”, melainkan sekitar 1.500 surat pemesanan kendaraan atau SPK hingga awal Juni 2026, dengan sekitar 1.000 unit sudah dikirim ke konsumen.
Dengan komposisi tersebut, masih ada sekitar 500 unit yang menjadi jarak antara total SPK dan unit yang sudah diserahkan. Namun angka ini tidak otomatis berarti seluruh konsumen harus menunggu berbulan-bulan, karena status unit sangat bergantung pada alokasi dealer, pilihan varian, warna, serta proses administrasi pembelian.
Sebelumnya, Wuling sudah memulai penyerahan unit Eksion kepada konsumen dalam Handover Ceremony di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, pada 9 Mei 2026. Dalam acara tersebut, Wuling menyebut Eksion sudah membukukan lebih dari 1.000 SPK sejak diperkenalkan secara nasional, dan penyerahan awal dilakukan kepada 25 konsumen sebagai tanda dimulainya distribusi ke pelanggan.
Perkembangan terbaru pada awal Juni menunjukkan angka pemesanan meningkat ke sekitar 1.500 unit. Dari total tersebut, varian EV masih menjadi penyumbang terbesar dengan porsi sekitar 70 persen, sementara PHEV mengambil sekitar 30 persen. Ini memperlihatkan bahwa konsumen Eksion masih lebih condong ke listrik murni, meski opsi plug-in hybrid tetap punya pasar karena menawarkan fleksibilitas mesin bensin dan motor listrik dalam satu mobil.

Secara lini produk, Eksion tersedia dalam dua pilihan tenaga utama, yaitu Electric Vehicle dan Plug-in Hybrid. Masing-masing dipasarkan dalam trim CE dan EX. Harga early bird Jakarta untuk Eksion EV dimulai dari Rp389 juta untuk CE dan Rp459 juta untuk EX, sedangkan Eksion PHEV dimulai dari Rp449 juta untuk CE dan Rp499 juta untuk EX. Program early bird berlaku untuk 2.000 pelanggan pertama, sehingga jika acuan 1.500 SPK dipakai, kuota harga khusus tersebut tinggal sekitar 500 pelanggan lagi.
Untuk lead time, Wuling belum membuka angka resmi nasional per varian atau per warna. Di level dealer, sejumlah update penjualan menyebut Eksion EV dan PHEV sudah tersedia atau ready stock di beberapa cabang, tetapi ketersediaan seperti ini tidak bisa digeneralisasi untuk semua kota. Artinya, konsumen yang memilih varian dan warna sesuai stok dealer bisa mendapat unit lebih cepat, sedangkan pilihan tertentu tetap berpotensi mengikuti jadwal alokasi berikutnya.
Dari sisi produksi, Wuling punya keuntungan karena sudah memiliki fasilitas manufaktur di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas tahunan yang secara historis disebut mencapai 120.000 unit. Meski begitu, Wuling belum merilis kapasitas produksi khusus Eksion per bulan, sehingga angka tersebut tidak bisa langsung dibaca sebagai kapasitas murni untuk satu model saja.
Dengan posisi saat ini, Eksion belum terlihat sebagai produk yang sepenuhnya tersendat distribusinya. Tantangan berikutnya justru ada pada konsistensi pasokan setelah kuota early bird 2.000 pelanggan terpenuhi, potensi penyesuaian harga, dan apakah komposisi permintaan EV versus PHEV akan tetap bertahan setelah gelombang pemesan awal selesai.

